Sabtu, 12 Maret 2016

Proses Atau Cara Mengolah Kopi Robusta Yang Enak

Proses Atau Cara Mengolah Kopi Robusta - Secangkir kopi yang diproduksi untuk menghasilkan kopi yang enak, diproses dengan tahapan yang sangat panjang dan waktu yang tidak sedikit. Misalnya cara mengolah kopi mulai dari budidaya kopi, pengolahan setelah panen sampai penyajian akhirnya. Dari proses pengolahan kopi tersebut, hanyalah biji kopi dengan kualitas yang sangat baik yang dipilih dan mempunyai rasa yang tinggi. Buah kopi yang sudah dipanen harus langsung diolah agar mencegah terjadinya reaksi kimia, sehingga menurunkan mutu atau kualitas kopi. Kopi sendiri dapat diolah menjadi beberapa jenis kopi, misalnya kopi hitam, kopi capucino, kopi arabica dan lainnya.

ciri kopi enak,cara membuat kopi arabika,cara penyajian kopi arabika,harga kopi robusta,budidaya kopi robusta,manfaat kopi robusta,jual kopi robusta,kopi robusta pdf,
Baca juga: Cara Mengolah Tenaga Dalam Kanuragan dan Tenaga Dalam Murni
Hasil panen kopi disortasikan serta dipilah berdasarkan kriteria yagn sudah ditetapkan. Buah kopi prima jika diolah dengan baik serta benar akan menghasilkan kopi dengan kualitas mutu tertinggi. Pada umumnya, terdapat 2 cara untuk mengolah buah kopi menjadi biji kopi yagn berkualitas. Cara tersebut disebut dengan proses basah serta proses yagn kering. Selain itu, terdapat proses pembuatan kopi semi basah serta semi kering yagn merupakan kolaborasi dari kedua proses tersebut. Setiap cara mengolah kopi mempunyai kelebihan serta kekurangan, baik dikaji dari mutu yagn dihasilkan atau komponen biaya dalam produksinya.

Proses mengolah Kopi Robusta serta

Proses mengolah kopi dengan proses kering lebih sering digunakan untuk menglah biji kopi robusta. Sebab kopi robusta tidak semahal kopi arabika serta alat untuk pengelolaannya pun lebih sederhana. Berikut cara mengolah kopi proses kering:

1. Sortasi buah kopi serta pengeringan

Tidak berbeda dengan proses basah, segera lakukan tindakan sortasi setelah selesai panen dengan memisahkan buah kopi superior serta buah inferior untuk penanda kualitas buah kopi. Pada proses pengeringan, jemurlah kopi secara merata dengan ketebalan lebih dari 4 cm. Lakukan hal ini minimal 2 kali dalam satu hari serta memerlukan proses selama 2 minggu. Bila kadar airnya masih tinggi lakukan penjemuran secara berulang-ulang.

2. Pengupasan kulit buah serta kulit tanduk

Buah kopi yagn sudah dikeringkan sudah bisa dikupas kulit buahnya dan kulit tanduknya. Usahakan kandungan kadar air buah kopi berada di 15%. Sebab jika melebihi dari itu akan sulit ketika dikupas dan bila kadar airnya kurang maka akan beresiko bijinya pecah. Pengupasan dapat dilakukan dengan ditumbuk dan menggunakan mesin huller. Sedangkan kelemahannya jika ditumbuk adalah resiko biji kopi pecah lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan mesin khusus untuk mengupas kopi. Selain itu, menggunakan mesin lebih aman dan mempercepat waktu.

3. Sortasi dan pengeringan biji kopi

Cara mengolah kopi pada proses sortasi yakni memisahkan produk kopi yagn diinginkan dengan sisa kulit tanduk, kulit buah, biji pecah dan kotorannya. Biji kopi bisa stabil jika kadar airnya sekitar 12%. Namun jika belum mencapai kadar 12%, sebaiknya lakukan pengeringan ulang. Pengeringan ini dapat dilakukan dengan penjemuran sinar matahari atau mesin pengering. Apabila biji kopi kadar airnya lebih dari angka itu maka bijinya bisa terkena jamur. Namun jika kurang, biji kopi sangat mudah menyerap air yagn mengubah rasa dan aroma kopi. Kopi dengan kadar seimbanglah yagn bagus dan baik untuk dikonsumsi.

4. Pengemasan dan penyimpanan

Dalam proses pengemasan biji kopi sebaiknya dikemas di dalam karung yagn bersih dan terhindar dari bau menyengat. Untuk penyimpanan biji kopi dalam waktu yagn lama, tumpuklah karung tersebut di atas palet kayu dengan tebal sekitar 10 cm. Berikanlah jarak antar tumpukan karung dengan tembok gudang. Sebaiknya kontrol terus kelembaban dengan kisaran (RH) sekitar 70%. Biji kopi yagn sudah disimpan harus dihindarkan dari serangan penyakit dan hama seperti jamur. Jamur merupakan pemicu utama yagn bisa menurunkan kualitas rasa kopi. Penggudangan ini bertujuan untuk menyimpan biji agar aman sebelum diberikan kepada pembeli.

Demikian penjelasan mengenai cara mengolah kopi robusta. Setelah kopi sudah melakukan serangkai proses diatas, kopi bisa dinikmati oleh siapapun. Kopi ini sangat enak dinikmati jika bersama keluarga ketika senja atau sore hari. Kopi ini akan menjadi salah satu pemicu keharmonisan keluarga. Namun dari pada Anda mengolahnya sendiri lebih baik membeli kopi robusta yang sudah jadi.
 
Food & Drink Blogs
best Food & Drink blogs Top education_training blogs blog search
blog search